Pendidikan
Sabtu, 13 Agustus 2016 - 05:45:19 | ansori / Sorot Purworejo

Wacana Full Day School Bergulir Buat Orangtua Resah
Wacana Full Day School Bergulir Buat Orangtua Resah
Space Iklan
Ilustrasi by net

Purworejo,(sorotpurworejo.com)--Wacana Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy untuk memperpanjang jam sekolah bagi para siswa hingga sore hari disambut beragam oleh orang tua dan siswa.

Dari sisi orang tua, banyak yang menolak, pasalnya akan melelahkan anak jika anak dipaksa harus belajar hingga sore hari. Namun terdapat siswa yang setuju tetapi harus disertai syarat tertentu.

"Jelas tidak setuju, sekolah 5 hari saja kami tidak setuju apalagi full day school, terus yang muslim madrasahnya atau ngajinya bagaimana. Apalagi anak saya sering ada kegiatan gereja sore," kata salah satu orangtua murid Krstina Triwigati, Jumat (12/08/2016).

Sebagai orangtua dari 2 anak yang masih duduk sekolah di SMP dan SMK jelas dirinya tidak setuju dengan kebijakan sekolah tersebut. Alasannya, anak-anak membutuhkan istirahat serta membutuhkan kumpul dengan keluarga.

"Apalagi anak saya yang pertama jika kecapean pasti sakit. Mereka manusia yang otaknya perlu istirahat bukan robot pintar. Jangan jadikan anak-anak kami robot pintar biarkan mereka tumbuh seimbang antara keimanan dan pelajaran sekolah. Pembangunan karakter anak jangan hanya pemahaman ilmu saja, tapi kehidupan sosial itu lebih banyak dari keluarga dan lingkungan," ungkapnya.

Sementara itu, Agung Mulyanto yang kedua anaknya juga masih duduk di bangku SD mengaku tidak setuju adanya wacana itu, karena sangat tidak efektif, sebab konsentrasi anak dalam belajar paling hanya 6 sampai 7 jam, lebih dari itu sudah tidak dapat konsentrasi.

"Anak-anak juga butuh waktu untuk bermain dan berinteraksi sosial dengan dunia luar tidak hanya dunia pendidikan," ujarnya.

Ditempat lain, Chatarina Anggit Noviana, siswa SMK di Purworejo mengaku keberatan dengan adanya wacana full day school, karena ia juga punya jadwal paduan suara di gereja beserta kegiatan Orang Muda Khatolik (OMK) yang pertemuannya setiap sore hari.

"Apa harus lupakan kegiatan-kegiatan rohaninya, kan pasti sudah sangat capek," tuturnya.

Namun disisi lain justru ada siswa yang setuju adanya wacana itu seperti, Farah Namira Azra salah satu siswa SD Muhammadiyah Kutoarjo, ia mengaku setuju karena jika pulang sekolah lebih awal ia selalu di suruh orang tuanya tidur siang.

"Saya setuju jika sekolahnya pulang sore, karena dapat belajarnya lama kalau dirumah disuruh tidur siang, selain itu bisa menambah ilmu. Tetapi waktu bermain dan istirahatnya agak lama," pintanya.

 

Berita Terkait :


HOT NEWS