Gaya Hidup
Minggu, 25 September 2016 - 08:12:07 | mukti-ali / Sorot Purworejo

Vapor, Rokok Konvensional dengan Asap Berlimpah
Vapor, Rokok Konvensional dengan Asap Berlimpah
Space Iklan
Irsyad Hidayat (depan) saat mengonsumsi vapor.

Purworejo,(sorotpurworejo.com)--Semakin tua usia bumi, semakin maju pula perkembangan teknologi. Termasuk teknologi bagi para bagi pecandu rokok, kini mereka semakin dimanjakan dengan teknologi yang ada. Tanpa harus menghisap tembakau secara langsung, para pecandu rokok kini mampu menikmati kepulan asap rokok dengan sebuah alat tertentu.

Vapor, begitulah nama alat yang kini sedang menjadi primadona bagi pecandu rokok di Kabupaten Purworejo. Vapor atau yang biasa dikenal dengan istilah rokok elektrik oleh orang awam kini tidak hanya menjadi pemuas rasa Salit (pengin merokok) semata. Namun, kini Vapor telah menjadi bagian dari lifestyl bagi pecandunya.

Seorang pengguna Vapor bernama Irsyad Hidayat mengatakan, ia sudah mengkonsumsi rokok secara aktif sejak kelas 3 SMP. Namun, hampir tiga bulan belakangan ia telah meninggalkan tembakau dan menggantinya dengan vapor.

Berawal dari keinginan berhenti merekok, Irsyad mengaku sulit dan hampir dikatakan tidak bisa berhenti merokok, lalu dirinya mencoba menggunakan vapor sebagai pengganti rokok. Diakuinya pula, pertama kali ia mengenal vapor dari seorang rekannya yang sudah lebih dulu menggunakan Vapor.

"Saya kenal Vapor pertama kali itu karena dikasih coba sama teman. Karena rasanya enak, saya jadi coba beli sendiri," ungkap Irsyad (25/9/2016).

Ia menyebutkan, menyenangi vapor sejak hisapan pertama yang ditawari oleh rekannya. Sejak saat itu pula, Irsyad langsung mencaritahu seluk beluk Vapor dengan beragam merk dan keunikannya.

"Awalnya sih sebagai ganti rokok, tapi kini sudah lebih pada lifstyle bukan kebutuhan," terang pemuda asal Desa Ngaran Kecamatan Kaligesing ini.

Ia menerangkan, keunikan mengonsumsi vapor adalah pilihan rasa yang bisa dipilih sesuai selera. Irsyad lebih memilih jenis rasa manis dengan aroma khas kue dan minuman tertentu yang sesuai dengan seleranya.

"Aroma Vapor itu berasal dari liquid yang berada di dalam Vapor tersebut. Nah, liquid itu yang bisa kita pilih rasa dan wangi sesuai dengan kesukaan sendiri, saya suka rasa strawberry marshmallow," beber Irsyad.

Dengan vapor kualitas standar yang harganya tidak sampai jutaan, Irsyad dalam sebulan sedikitnya merogoh kocek Rp 200 ribu untuk kebutuhan konsumsi Liquid.

Hal senada diungkapkan vaporizer lainya, Mahbub Kufa, ia mengaku beralir dari rokok tradisional ke konvensional lantaran memilih keunikan yang ditawarkan vapor. Menunurut Kufa, selain lebih enak karena banyak variasi pilihan, vapor baginya hari ini bagian dari gaya hidup modern.

"Banyak temenkan yang suka nongkrong di cafe-cafe megangnya Vaping, ga lagi rokok. Aku suka kebulnya (asapnya) yang banyak," katanya. 

Berita Terkait :


HOT NEWS