Hukum & Kriminal
Senin, 26 September 2016 - 19:50:21 | widarto / Sorot Purworejo

Pengakuan Pelaku Pemerkosa Anak Kandung Usai Ditangkap Polisi
Pengakuan Pelaku Pemerkosa Anak Kandung Usai Ditangkap PolisiIklan Samping BeritaPelaku usai diamankan petugas

Banyuurip,(sorotpurworejo.com)--S (35), warga RT 01/04, Desa Kuwurejo, Kecamatan Kutoarjo, sebagai pelaku persetubuhan terhadap anak kandungnya sendiri, yaitu AK (17), mengaku khilaf dan juga mengaku telah melakukan persetubuhan sebanyak 7  kali, terhadap putrinya sejak putrinya duduk di kelas 3 Sekolah Dasar hingga SLTA. Pengakuan itu dilontarkan S dalam gelar perkara kasus persetubuhan terhadap anak, di Mapolres Purworejo, Senin (26/09/2016).

"Saya khilaf, minta maaf, karena nafsu, dan tidak itu tidak ada paksaan. Saya juga tidak tau bisa berbuat itu," kata S lirih.

Dikatakan, perbuatan itu selalu dilakukan di rumahnya sendiri dan dalam waktu seluruh keluarga termasuk anaknya sudah tidur. "Iya di rumah, waktu tidur. Dia tidak berontak dan baru memberontak atau menolak setelah dia masuk SMA," lanjutnya.

Diakui, selama bertahun-tahun itu anaknya tidak melaporkannya kepada orang lain, lantaran putrinya takut kepada ayahnya. "Karena takut saja," ujarnya.

Sementara itu Kapolres Purworejo, AKBP Satrio Wibowo, dalam pemeriksaan sementara pelaku hanya melakukan 7 kali menyetubuhi putrinya dan waktu lainnya hanya bermain-main.

Dikisahkan, kasus tindak pidana persetubuhan terhadap anak tersebut mencuat dan diketahui terakhir kali pada sekitar pertengan Mei 2016, sekitar pukul pukul 23.30 WIB. "Bermula saat pelapor sedang berada di rumah tetangga yang sedang hajatan, tiba-tiba korban mencarinya dan menceritakan kejadian yang dialaminya, dengan mengatakan. Mak bali sek, aku arep omong. Mak aku wis ora perawan. (Ma, aku pulang dulu, aku mau ngomong. Ma, aku udahgak perawan) Lalu ditanya siapa yang melakukanya dan dijawab yang melakukan bapak. Mendengar pengakuan itu ibunya kemudian melapor ke kepolisian," jelasnya.

Mendapati laporan itu, petugas kemudian melakukan penangkapan terhadap S pada Selasa (20/9/2016) sekitar pukul 15.15 WIB di Baledono dan dibawa ke Polres Purworejo, guna dilakukan pemeriksaan dan penyelidikan.

"Dari hasil pemeriksaan di TKP, keterangan para saksi, maupun keterangan dokter, dapat disimpulkan sementara bahwa korban mengalami persetubuhan dengan cara diancam, dan tersangka telah terbukti melakukan tindak pidana persetubuhan terhadap anak sebagaimana dimaksud dalam pasal 81 UURI Nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun dan paling sedikit 5 tahun penjara," tutup Kapolres.

Berita Terkait :


HOT NEWS