Hukum & Kriminal
Rabu, 05 Oktober 2016 - 17:44:54 | widarto / Sorot Purworejo

Perda Tentang Hari Jadi Akan Disempurnakan
Perda Tentang Hari Jadi Akan Disempurnakan
Ilustrasi by net

Purworejo,(sorotpurworejo.com)--Bupati Purworejo Agus Bastian menyatakan Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 1994 tentang penetapan Hari Jadi Kabupaten Purworejo akan dilakukan penyempurnaan. Pihaknya tidak menutup mata bahwa sampai saat ini memang masih ada pendapat pro dan kontra mengenai Hari Jadi Kabupaten Purworejo. Berbagai pendapat yang muncul itu merupakan hal yang wajar dan patut dihormati, sebagai bagian dari dinamika demokrasi.

“Namun yang perlu digarisbawahi adalah penetapan tersebut sudah memiliki dasar hukum yakni Perda tentang Penetapan Hari Jadi Kabupaten Purworejo. Meski demikian, tentunya ketetapan tersebut bukanlah harga mati yang tidak bisa direvisi atau disempurnakan. Apabila dikemudian hari ternyata ditemukan fakta atau argumen baru yang lebih tepat, maka tetap terbuka kemungkinan adanya perubahan,” jelas bupati pada rapat paripurna istimewa DPRD dalam rangka Peringatan Hari Jadi ke-1.115 Kabupaten Purworejo di gedung DPRD, Rabu (05/10/2016).

Terlepas dari itu, terkait pelaksanaan pembangunan, bupati menyampaikan, beberapa hal terkait apa yang telah dan akan dilakukan. Saat ini laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Purworejo sebesar 5,09 persen, masih berada di bawah pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Tengah sebesar 5,42 persen. Namun laju ekonomi kota Berirama sudah berada di atas rata-rata nasional sebesar 5,04 persen. Sektor pertanian masih mendominasi distribusi PDRB 26,09 persen, diikuti sektor industri pengolahan 18,14 persen, dan sektor perdagangan 12,47 persen. Sehingga sektor pertanian masih berperan penting dalam pertumbuhan ekonomi Kabupaten Purworejo.

Dikatakan, sampai akhir masa jabatan tahun 2021 yang akan datang ia menargetkan, pertumbuhan  ekonomi meningkat dari 5,09 persen menjadi 6,96 persen, indeks pembangunan manusia (IPM) dari 70,12 persen menjadi 73,69 persen. Selain itu, angka kemiskinan dari 13,80 persen menjadi 8, persen  juga kunjungan wisata dari 478.176 orang menjadi 1.427.826 orang. Dari sisi nilai investasi ditargetkan menjadi Rp 242 miliar dari Rp 215 miliar.

Berita Terkait :