Komunitas
Minggu, 23 Oktober 2016 - 11:34:53 | mukti-ali / Sorot Purworejo

Konser Oktoberirama Bius Ratusan Pecinta Musik
Konser Oktoberirama Bius Ratusan Pecinta Musik
Space Iklan
Ratusan pecinta mu‎sik tampak khidmat menikmati sajian demi sajian musik dari KMMUP.

Purworejo,(sorotpurworejo.com)--Konser musik bertajuk Oktoberirama yang berlangsung di Gedung Kesenian Sarwo Edhie Wibowo Purworejo sukses menyedot ratusan pecinta musik Kabupaten Berirama, Sabtu (22/10/2016) malam. 

Menampilkan sajian musik klasik dan orkesta, musikalisasi persembahan Komunitas Mahasiswa Musik Universitas Negeri Yogyakarta Purworejo (KMMUP) ini berlangsung meriah. Ratusan penonton dari berbagai kalangan hanyut mengharu biru menikmati sajian musik kelas wahid yang ditampilkan oleh KMMUP.

"Tajuk kita, dari Purworejo untuk Purworejo, artinya ini persembahan kita mahasiswa asal Purworejo yang kuliah di UNY untuk masyarakat Purworejo," ungkap ketua panitia, Arga.

Pantauan di lapangan, sedikitnya 800-an penonton yang memadati area gedung harus rela berdesak-desakan lantaran tidak kebagian kursi yang disediakan oleh panitia. Meski demikian, para penonton tetap terlihat antusias menikmati setiap alunan musik yang emngalir dari para maestro diatas panggung.

Aneka sajian musik seperti karya Astor Piazzolla, WR. Supratman, Ibu Saud, F. Chopin, Opick, Al Jarreau dan lain-lain mampu membius para penonton yang didominasi oleh muda-mudi berpasangan. 

Tidak hanya itu, performa solo saxophone, piano delapan jari, duet violin piano, dua gitar dan aneka perform lain oleh para penyaji berhasil membuat malam Minggu di gedung kesenian semakin syahdu.

"Saya harus berdesakan untuk bisa menikmati dari dekat. Jarang sekali ada gelaran musik seperti ini, istilah musiknya susah-susah," ungkap Eko S, salah satu penggemar kesenian yang rela berjibaku berdesakan di tengah himpitan ratusan penonton lain.

Menurut Eko, acara-acara musik seperti ini hendaknya rutin digelar di Kabupaten Purworejo. Pasalnya Purworejo dengan slogan Berirama hendaknya mempunyai acara-acara musik yang beraneka genre dan mengedukasi tidak hanya dangdutan.

"Kita tahu, maestro violinist Indonesia berasal dari Purworejo, pemain biola yang sekaligus pencipta lagu Indonesia Raya, WR Supratman. Maka sudah selayaknya acara-acara macam ini rutin digelar, jadi masyarakat tahunya tidak dangdut, meski dangdut itu juga Indonesia banget," beber Eko.

Berita Terkait :


HOT NEWS