Hukum & Kriminal
Jumat, 28 Oktober 2016 - 15:36:56 | mukti-ali / Sorot Purworejo

Didatangi Satpol PP, Penjual Perlengkapan Ibadah Terpaksa‎ Kukut
Didatangi Satpol PP, Penjual Perlengkapan Ibadah Terpaksa‎ Kukut
Space Iklan
Suryanto terpaksa mengemasi kembali‎ daganganya lantaran menyalahi Perda K3.

Purworejo,(sorotpurworejo.com)--Apes dialami oleh Suryanto (47), warga Desa Redin Kecamatan Gebang, ditengah usahanya mencari nafkah untuk keluarga, Yanto harus berurusan dengan pihak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Purworejo lantaran dinilai menyalahi aturan.

Yanto, begitu ia akrab disapa,  dianggap melanggar Perda Nomor 8 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Ketertiban, Kebersihan dan Keindahan lantaran berjualan di trotoar Jalan Mayjend Sutoyo atau tepatnya di depan Masjid Agung Darul Muttaqin Purworejo.

Beruntung, Yanto tidak kena garuk tangan besi Satpol PP, dirinya hanya dikenai sanksi peringatan untuk tidak berjualan diarea trotoar sepanjang jalan. 

Kepada sorotpurworejo Yanto mengaku baru pertama kali jualan diarea trotoar. Dirinya yang menjual aneka perlengkapan ibadah mengungkapkan sengaja berjualan diarea tersebut lantaran memanfaatkan hari Jumat. Dimana pada hari Jumat banyak umat Muslim yang melaksanakan ibadah sholat Jumat.

"Nembe niki dodolan teng mriki (baru sekali jualan disini), niate sadean pas wekdal jumatan (niatnya jualan waktu Jumatan)," ungkapnya saat berhadapan dengan Kepala Bidang Penegakan Perda Mujono, Jumat (28/10/2016). 

Sambil ketakutan, Yanto mengaku tidak mengetahui adanya larangan tersebut. Dirinya berjanji tidak akan berjualan di area trotoar tersebut lagi. 

"Niki tak wadahi nggeh pak, (ini saya bungkus ya pak,) ngenjang malih mboten sadean teng mriki, (besok lagi tidak jualan disini)," katanya sambil mengemasi kembali, peci, sajadah dan beragam alat ibadah lainya.

Sementara itu saat dimintai keterangan, Mujono mengungkapkan pihaknya hanya memberikan peringatan kepada Suryanto. Namun jika kedapatan berjualan di area trotoar kembali, pihaknya tidak segan-segan menghukum Suryanto.

"Ini saya peringatkan, kalau sampe besok jualan lagi, saya sidang. Memang kalau berjualan disini boleh tapi pagi sampai jam 07.00 WIB dan itu jualannya kuliner," katanya.

Selain itu, ia menghimbau untuk mematuhi Perda Nomor 8 tahun 2014 demi terciptanya ketertiban dan kenyamanan bersama. Tortoar, tegas Mujono bukan merupakan lapak jualan yang bisa dimanfaatkan.

"Trotar itu zona larangan, diharapkan tidak ada pedagang kaki lima berjualan di zona larangan," tegasnya.

 

Berita Terkait :


HOT NEWS