Peristiwa
Selasa, 01 November 2016 - 12:07:41 | widarto / Sorot Purworejo

Sering Hilang, BPBD Ngaku Kekurangan Cangkul
Sering Hilang, BPBD Ngaku Kekurangan CangkulIklan Samping BeritaDokumentasi BPBD Purworejo

Purworejo,(sorotpurworejo.com)--Mesti telah memiliki sejumlah peralatan berat untuk mengatasi bencana yang terjadi, BPBD Purworejo masih membutuhkan peralatan manual dan tradisional seperti cangkul, linggis, sabit, dan palu. Alat-alat tersebut digunakan penanganan bencana utamanya di lokasi yang sulit dijangkau alat berat, dan juga kondisi darurat.

Sejumlah alat manual yang sempat dimiliki cukup di BPBD itu, kini telah mulai berkurang. Hampir di setiap lokasi penanganan bencana, alat yang dianggap sepele itu, sering hilang seusai digunakan. "Masih butuh tambahan alat manual, seperti cangkul dan lainnya. Di lapangan barang itu sering ada yang hilang, bawa 8, kadang hanya kembali 4," tutur Kabid Kegawatdaruratan BPBD Purworejo, Sigit Ahmad Basuki, Senin (31/10/2016) sore.

Menurutnya, peralatan manual itu sangat penting mengingat geografis Purworejo sebagian merupakan pegunungan dan saat terjadi bencana alat itu dibutuhkan paling segera.

Namun demikian, lanjutnya, BPBD Purworejo dinilai telah siap dan telah cukup peralatannya, dalam menghadapi kemungkinan bencana yang terjadi.

"Ketersediaan sarana di BPBD Purworejo saat ini terbilang cukup, yaitu adanya 2 alat berat hasil bantuan dari BPBD, 2 sepeda motor trail , 6 perahu karet, 6 genset, 3 pompa air portable, 2 mobil tangki, 4 benso dan logistik juga beras yang masih mencukupi," ujarnya.

Dikatakan, selain alat berat, pemasangan alat deteksi dini, juga telah dipasangkan disejumlah titik lokasi rawan bencana. Terbaru, 4 alat deteksi dini, telah dipasang di wilayah Kecamatan Loano dan Kecamatan Gebang.

"Hal terpenting di masyarakat dalam menghadapi bencana adalah dengan membentuk kelompok masyarakat tangguh bencana. Dimana disetiap lokasi wilayah rawan bencana, masyarakat akan siap dan mampu menghadapi, serta mengatasi jika terjadi bencana, tanpa harus menunggu lama petugas dari BPBD," ujarnya.

Berita Terkait :


HOT NEWS