Sosial
Jumat, 04 November 2016 - 07:58:49 | widarto / Sorot Purworejo

Bantuan 450 Ribu Bibit Datang dan Siap Tanam
Bantuan 450 Ribu Bibit Datang dan Siap Tanam
Space Iklan
Saat acara berlangsung

Purworejo,(sorotpurworejo.com)--Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Dono Warih memberikan bantuan bibit pala sebanyak 450 ribu bibit, yang disalurkan ke kabupaten kota se-Jawa Tengah. Penyerahan bibit secara simbolis dilakukan Kepala kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Purworejo, Bambang Sugito, mewakili Bupati di Gedung Loka Adibina Kabupaten Purworejo, Kamis (3/11/2016).

Ketua LSM Dono Warih, Budi Nursantoso menjelaskan, bantuan bibit pala akan diberikan dalam dua tahap. Untuk tahap awal dengan jumlah 200 ribu bibit akan disalaurkan pada bulan November ini, dan tahap kedua, dengan jumlah 250 ribu bibit disalurkan pada bulan Februari 2017 mendatang.

Bantuan bibit itu akan diberikan untuk kabupaten kota se-Jawa Tengah terutama yang memiliki lereng perbukitan. “Sedangkan bantuan bibit untuk masing-masing kabupaten kota, jumlahnya tidak sama namun disesuaikan dengan wilayahnya. Kami ingin bantuan bibit pala ini bisa tepat sasaran. Untuk wilayah Kabupaten Purworejo sendiri yang akan dibantu diantaranya, Kecamatan Pituruh, Bruno, Kemiri, Gebang, Purworejo, Kaligesing, Bagelen, Loano, dan Kecamatan Bener,” tuturnya.

Diungkapkan, LSM Dono Warih telah tersebar di 27 kabupaten kota se-Jawa Tengah dan memiliki kepedulian lingkungan bidang pertanian. Tujuan pemberian bantuan bibit pala ini untuk penghijauan dan pelestarian alam yang sekaligus dapat mendongkrak ekonomi petani di lereng perbukitan. “Bahkan sejak 2004 kami melakukan survey, tanaman pala ini bisa untuk konservasi alam dibandingkan tanaman mahoni, jati, dan albasia. Di samping itu pala memiliki nilai ekonomi tinggi yakni buahnya per kilo mencapai harga Rp 45 ribu, glabat merah harganya Rp 150 ribu, dan minyak pala harganya Rp 1 juta. Jika masa panen kesulitan menjual, kami siap memasarkan,” katanya.  

Sementara, Kepala kantor Lingkungan Hidup kabupaten Purworejo, Bambang Sugito, mengatakan, atas nama pemerintah daerah menyampaikan penghargaan dan apresiasi yang tinggi kepada LSM Dono Warih yang menjadi motor kegiatan penghijauan tanaman pala di lereng-lereng pegunungan. 

"Mudah-mudahan kegiatan ini mampu membangkitkan semangat, motivasi dan membudayakan seluruh masyarakat untuk menanam dan memelihara ekosistem lingkungan," harapnya.

Disampaikan, harus disadari bahwa berbagai bencana ekologis disekitar kita, antara lain disebabkan oleh pemanfaatan sumberdaya alam yang tidak berwawasan lingkungan hidup. Oleh karenanya perlu dilakukan koreksi mendalam agar pengelolaan dan pemanfaatannya dapat mensejahterakan masyarakat dan tidak menimbulkan bencana. Konsep pembangunan berkelanjutan yang merupakan keseimbangan antara pembangunan ekonomi, sosial dan lingkungan hidup merupakan satu-satunya pilihan yang wajib kita wujudkan.

Menurutnya, selain komitmen pemerintah, keterlibatan semua pemangku kepentingan adalah kunci keberhasilannya. Perwujudan kerja sama yang harmonis dan proporsional antara pemerintah, swasta dan masyarakat merupakan pilar penting dalam pembangunan lingkungan hidup. Masyarakat perlu didorong melakukan upaya-upaya sederhana menuju budaya ramah lingkungah  seperti menghemat penggunaan listrik dan air, menanam dan memelihara pohon, mengurangi penggunaan kendaraan bermotor serta bijak dalam mengelola sampah.

"Saya optimis apabila gerakan penghijauan kita lakukan terus menerus dengan jenis pohon yang tepat, maka kualitas lingkungan hidup akan meningkat yang berdampak positif bagi kecukupan air bersih, ketahanan pangan dan ketahanan energi terbarukan,” tuturnya.

Berita Terkait :


HOT NEWS