Budaya
Senin, 14 November 2016 - 09:04:50 | widarto / Sorot Purworejo

DPR Sosialisasi 4 Pilar di Lokasi Situs Bukit Pajangan
DPR Sosialisasi 4 Pilar di Lokasi Situs Bukit Pajangan
Wayangan di Desa Sidomulyo, Purworejo.

Purworejo,(sorotpurworejo.com)--Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI bekerjasama dengan Pemerintah desa Sidomulyo Kecamatan Purworejo, mengadakan pagelaran wayang kulit semalam suntuk di area parkir lokasi penemuan situs batu bertumpuk bukit pajangan di dusun Makemdowo, Desa Sidomulyo Kecamatan Purworejo, Sabtu (12/11/2016).  Pagelaran wayang kulit itu digelar dalam rangka sosialisasi empat pilar kebangsaan yang meliputi Pancasila, UUD Negara RI 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika, sekaligus mempromosikan obyek wisata situs batu bertumpuk bukit Pajangan Desa Sidomulyo. Wayang kulit semalam suntuk oleh Dalang Ki Anom Sucondro dari Yogyakart dengan mengambil lakon Semar mbangun candi saptoargo.

"Selain sosialisasi empat pilar MPR RI, kegiatan ini juga dalam rangka memperingati HUT SMK PN Purworejo yang ke 48, dan SMK PN2 yang ke 22 ditahun 2016 ini. Dan kebetulan di Purworejo telah ditemukan situs batu bersusun, bukit Pajangan, kita ingin dengan pagelaran ini juga sebagai promosi wisata," tutur anggota DPR RI, Bambang Sutrisno, saat ditemui di lokasi, Sabtu (12/11/2016) malam.

Dikatakan, sosialisasi empat pilar melalui gelaran seni budaya wayang kulit memiliki kelebihan tersendiri. Karena disampaikan oleh seorang seniman yang menguasai bahasa dan budaya daerah yang biasanya lebih komunikatif. Diharapkan, pesan empat pilar kebangsaan dapat dipahami oleh masyarakat.

“Kesenian ini digunakan karena berkomunikasi dan bersosialisasi kesenian memiliki kelebihan tersendiri. Karena disampaikan oleh seorang seniman yang menguasai bahasa dan budaya daerah biasanya lebih komunikatif. Lewat kesenian wayang, selain dapat memberikan pesan tetapi juga dapat menghibur masyarakat. Para dalang diberikan kebebasan untuk berkreasi dalam menyampaikan pesan empat pilar kebangsaan, yang panting masyarakat paham,” katanya.

Bambang yang menjadi anggota Komisi X DPR RI, bidang pendidikan, wisata, kebudayaan, pemuda dan olahraga serta ekonomi kreatif itu, juga berharap, melalui sosialisasi yang tiada henti-hentinya, mampu memberikan penyadaran dan pencerahan agar bangsa Indonesia tidak terlena terhadap berbagai faktor yang bisa merusak kultur masyarakat yang berbudaya, beradab dan bermartabat, termasuk akibat pengaruh globalisasi dan reformasi.

Diakui, dipilihnya situs batu bertumpuk bukit pajangan, sebagai lokasi sosialisasi, pihaknya berharap, situs itu bisa menjadi cagar budaya wisaya Purworejo. "Kenapa memilih dipajangan, yang sempat dihebohkan beberpa waktu lalu, momenya sangat baik dan sudah menjadi pembahasan dikomisi X, diharapkan temuan itu bisa mengundang wisatawan dalam dan luar negeri, untuk melihat secara yang terjadi disitus tersebut, dan situs itu bisa dijual dimasyarakat, sebagai salah satu obyek wisata andalan di Purworejo," harapnya.

Berita Terkait :