Wisata
Senin, 28 November 2016 - 07:44:32 | widarto / Sorot Purworejo

Gunungan Clorot Diarak, Belasan Model Kontes di Atas Getek
Gunungan Clorot Diarak, Belasan Model Kontes di Atas Getek
Karnaval kostum batik clorot di atas Sungai Bogowonto.

Purwodadi,(sorotpurworejo.com)--Tiga gunungan tumpeng yang terbuat dari makanan khas Purworejo, yaitu clorot, diarak berkeliling di jalan desa Jogoboyo Kecamatan Purwodadi, Minggu (27/11/2016). Makanan khas Purworejo, yang bungkus dengan janur atau daun pohon kelapa itu, menjadi icon kegiatan launching Festival Bogowonto, yang digelar oleh warga masyarakat Desa Jogoboyo, bekerjasama dengan paseban Bagelen dan Pemkab Purworejo.

Tiga even besar mewarnai launching Festival Bogowonto, yang dibuka langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Yaitu Getek Clorot Carnival, Grebeg Emas Clorot Bogowonto dan Jepret Clorot Bogowonto.

Tampak ribuan warga memadati tepian muara Sungai Bogowonto, yang melintasi Dusun Semanggi, Desa Jogoboyo. "Kita menggelar launching festival Bogowonto, pagelaran kuliner grebeg clorot emas di kawasan wisata baru dipanggung apung getek mas di dusun Semanggi Desa Jogoboyo kecamatan Purwodadi. Festival Bogowonto ini adalah gelaran kepedulian generasi muda pada pelestarian dan kelestarian sungai Bogowonto dan kawasan. Kami mengetuk hati, inisiasi terhadap kepedulian sungai dengan gelaran festival ini," tutur Riyanto Purnomo, inisiator kegiatan, sekaligus pemilik Sanggar Paseban Bagelen, saat ditemui di lokasi.

Dikatakan, dihari Minggu (27/11) itu, adalah merupakan launching Festival Bogowonto, dimana mulai tahun 2017 nanti, juga akan digelar pagelaran Festival Bowonto, yang dilaksanakan tribulanan, atau setahun empat kali. "Bulan pertama nanti akan kita gelar festival ubi Bogowonto, pada bulan kedua festival seni budaya Bogowonto, bulan ketiga festival haritech Bogowonto, dan bulan keempat adalah festival kuliner Bogowonto," katannya.

Menurutnya, dalam launching festival Bogowonto itu, sengaja mengangkat tema kuliner khas Purworejo, yaitu kudapan clorot. Kenapa clorot, karena clorot lahir dan bertahan sebagai tradisi di masyarakat, yaitu sering dipakai dalam acara mitoni atau tujuh bulanan, dan dalam doa jika disajikan clorot, yaitu makanan yang dimakan dengan cara di tekan dari bawah dan keluarnya makanan lancar, maka sebagai tanda lahirnya lancar.

"Tradisi ini, dengan kudapan clorot ini yang akan kita jadikan sebagai makanan khas Purworejo, kedepanya," ujarnya.

Disampaikan, dalam launching festival Bogowonto, diisi dengan tiga gelaran even, yaitu Getek Clorot Carnival, yaitu karnaval kostum batik clorot di atas getek di atas Sungai Bogowonto, Grebeg Emas Clorot Bogowonto, yaitu lomba memasak clorot dengan varian rasa dan sajian dan Jepret Cloro Festival, atau lomba foto bertemakan clorot bogowonto. Dan getek sendiri kita angkat sebagai peradaban yang lahir di Sungai Bogowonto.

"Untuk lomba masak clorot ada 16 tim yang ikut, sedangkan untuk getek clorot carnival diikuti oleh tim peserta asal tiga kabupaten, adapun lomba jepret clorot diikuti oleh puluhan warga yang mendaftar melalui akun festival Bogowonto," tutupnya.

Berita Terkait :