Jumat, 09 Desember 2016 - 08:51:17 | widarto / Sorot Purworejo

Cara Islam Jadikan Rumah Sebagai Surga
 Cara Islam Jadikan Rumah Sebagai Surga
Space Iklan
Farid Solikhin saat memberikan tausiyah dalam pengajian rutin slapanan di Pendopo Kabupaten.

Purworejo,(sorotpurworejo.com)--Agama Islam memiliki ajaran yang sudah dicontohkan Nabi Muhammad SAW, yang semua sudah terangkum dalam Kitab suci Al Quran. Sebagai umat muslim, sudah barang tentu harus meneladani kehidupan beliau yang syarat dengan ibadah. Termasuk diantaranya menjadikan rumah sebagai surga. Hal itu disampaikan oleh Farid Solikhin, pegawai Kemenag Purworejo saat mengisi pengajian selapanan Rabu (07/12/2016) malam, At-Taqwa muslimah, yang dilaksanakan di Pendopo Kabupaten Purworejo sejak Rabu sore.

Dijelaskan oleh Farid, ada empat cara yang bisa membuat rumah sebagai surga bagi keluarga. Yakni rumah kita jadikan Masjid yang digunakan sebagai tempat berkumpul untuk beribadah. Utamanya selain sholat wajib juga melakukan sholat-sholat sunah seperti tahajud, witir, dan sholat tasbih. Rumah juga digunakan untuk membaca Al Quran.

“Yang ada malah rumah ditempeli tulisan arab, kitab suci Al Quran dipajang, atau sambil lalu mendengarkan bacaan ayat suci melalui CD. Ini namanya kebalik-balik. Padahal justru yang benar Al Quran untuk dibaca dan dipahami untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

Termasuk jadikan rumah untuk saling mendengarkan cerita suami, istri, dan anak, sehingga terjalin komunikasi yang intens dan baik. Dicontohkan Nabi, sebelum tidur harus saling meminta maaf diantara suami dan istri. Sedangkan yang sudah ditinggal pasangannya, supaya selalu mengirim doa kepada Allah SWT semoga mendapat tempat yang indah disisi-Nya. Kemudian rumah dijadikan madrasah yakni ada yang memberi ilmu dan menerima ilmu.

"Dengan pondasi iman dan taqwa, juga menanamkan cinta kebangsaan, pembentukan karakter anak, berbahasa yang santun karena anak adalah bahasa Ibu. Jadi apapun yang dilakukan Ibu baik perilaku dan lainnya, anak meniru Ibunya," ujarnya.

Farid mengingatkan, rumah difungsikan sebagai tempat kembali. Orangtua dan anak pulang kembali di rumah, maka akan selalu terjalin baik. Kuncinya keteladanan dari orangtua. “Rumah kita bukan terminal, bandara, atau stasiun yang hanya digunakan untuk lalu lalang, tapi jadikan rumah untuk duduk bareng dan berkomukasi,” katanya.

Dalam pengajian rutin yang telah dilaksanakan sekitar 30 tahun itu diikuti sekitar 450 orang yang kesemuanya wanita dari seluruh wilayah Kabupaten Purworejo. Pengajian dilaksanakan rutin setiap selapanan. Sedangkan yang mengisi tauziah dari Kemenag Purworejo yang digilir bergantian.

“Ini juga merupakan implementasi dari kegiatan Pokja I PKK kabupaten. Tujuannya untuk membangun masyarakat yang maslahat di dunia dan akhirat,” ujar panitia pengajian, Hartiti Soekoso.

Berita Terkait :


HOT NEWS