Peristiwa
Selasa, 27 Desember 2016 - 10:32:22 | widarto / Sorot Purworejo

Catut Nama Dewan Pendidikan, Kasito Dikritik Soal Hari Jadi
Catut Nama Dewan Pendidikan, Kasito Dikritik Soal Hari Jadi
Para guru khidmat menerima paparan materi dari dewan pendidikan, Selasa (20/12/2016) di aula SMPN 3 Purworejo.

Purworejo,(sorotpurworejo.com)--Road show sarasehan yang dilakukan oleh jajaran pendidikan, di sejumlah kecamatan, dengan nara sumber Kasito, Ketua Dewan Pendidikan Purworejo, dinilai tidak tepat dilakukan. Hal itu disampaikan oleh Mantan Angota Dewan Pendidikan Purworejo, Soekoso DM, dalam siaran persnya, Selasa (27/12/2016).

"Sangat disesalkan, atas penyelenggaraan roda show sarasehan jajaran pendidikan, mengenai perihal peninjauan Hari Jadi Purworejo tersebut," katanya.

Soekoso menganggap kegiatan  road show sarasehan jajaran pendidikan di beberapa kecamatan dengan narasumber Kasito, dalam kapasitasnya sebagai Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Purworejo dan materi tentang Peninjauan Hari Jadi Purworejo adalah tidak tepat, "Karena saya sebagai Anggota Dewan Pendidikan Kabupaten Purworejo selama ini tidak pernah ada rapat dewan yang memutuskan perihal peninjauan Hari Jadi Purworejo," ujarnya.

Menurutnya, materi sarasehan yang disampaikan Kasito sebagai tidak resmi sebagai produk atau pendapat Dewan Pendidikan Kabupaten Purworejo. "Hal tersebut lebih merupakan pendapat atau sikap Kasito secara pribadi, dan bertindak atas namanya sendiri. Kalau hal itu dinyatakan sebagai sikap dewan pendidikan, itu klaim oleh Kasito, dan saya tidak ikut bertanggungjawab," tegasnya.

Ironisnya lagi, lanjutnya, sebenarnya kepengurusan Dewan Pendidikan Kabupaten Purworejo periode 2011-2016 yang dipimpin Kasito sudah habis masa baktinya pada bulan Oktober 2016 yang lalu. Hingga kini proses rekrutmen kepengurusan belum rampung.  "Jadi masih berstatus vakum pengurus," terangnya.

Diungkapkan, dari keterangan seorang peserta sarasehan yang tak mau disebut namanya dalam sarasehan juga diminta tanda-tangan menyetujui materi sarasehan dan hal itu dianggap tidak jelas untuk maksud apa. "Sementara informasi yang diperoleh, semula sarasehan dengan materi menyikapi saber pungli, tapi justru malah berubah menjadi sarasehan tentang hari jadi," ungkapnya.

Berita Terkait :