Komunitas
Selasa, 27 Desember 2016 - 12:42:57 | mukti-ali / Sorot Purworejo

Salon Des Refuses II‎ Sambut Lahirnya Pelukis Muda
Salon Des Refuses II‎ Sambut Lahirnya Pelukis Muda
Space Iklan
Bramantyo sedang melukiskan salah satu lukisan yang bakal digelar akhir tahun mendatang

Purworejo,(sorotpurworejo.com)--Dalam upaya menumbuh kembangkan dunia seni lukis di Kabupaten Purworejo dan sebagai momentum untuk menyambut lahirnya pelukis-pelukis muda dengan beragam aliran seni lukis di Purworejo, belasan pelukis yang tergabung dalam Komunitas Pelukis Bagelen (KPB) bakal mengakhiri tahun 2016 ini dengan menggelar pameran lukisan.

Pameran yang digelar selama tiga hari sejak 29 hingga 31 Desember itu mengambil tema Beautiful of Bagelen (BoB) Salon des Refuses II dan diisi dengan gelar budaya di Gedung Kesenian Sarwo Edhi Wibowo Purworejo. Beragam perlombaan juga bakal digelar guna memeriahkan acara tersebut.

"Salon Des Refuses II ini sengaja kami munculkan kembali sebagai momentum untuk menyambut lahirnya pelukis-pelukis muda dengan beragam aliran seni lukis di Purworejo. Karena belakangan kami melihat seni lukis di Purworejo mulai begeliat," katanya, Selasa (27/12/2016).

Bram menjelaskan, Sebenarnya Salon des Refuses ini adalah kali kedua digelar di dunia. Salon Des Refuses pertama di gelar di Prancis difasilitasi oleh Napoleon III.

"Pesan yang ingin kami sampaikan adalah, lukisan itu bukan hanya tentang keindahan, namun yang lebih esesnsial adalah ekspresi jiwa sang pelukis untuk disuguhkan kepada publik serta dapat memberikan pembelajaran kepada penikmatnya," katanya.

Dikatakannya, pameran di Prancis itu digelar guna memberikan kesempatan kepada pelukis-pelukis aliran improsionisme untuk menunjukkan hasil karyanya yang saat itu oleh dunia seni rupa masih dipandang sebelah mata. Pasalnya, waktu itu pandangan orang terhadap seni lukis masih sangat sempit.

"Ada paradigma jika lukisan yang baik adalah lukisan dengan aliran realisme. Kelahiran aliran baru dalam seni lukis tidak dianggap dan tidak dapat diterima oleh masyarakat bahkan oleh pelukis-pelukis senior," tambahnya.

Setelah Napoleon meninggal, sambung Bram, pameran Salon Des Refuses tidak lagi digelar. Karena sejak saat itulah, aliran-aliran baru dalam bidang seni lukis secara masif mulai bermunculan dan berkembang.

Lebih lanjut dijelaskannya, selain puluhan pameran karya 15 orang pelukis anggota KPB, pihaknya juga akan menampilkan seni instalasi dan lukisan kendaraan yang akan dipajang menghiasi gedung kesenian.

Bram berharap, pameran akhir tahun ini dapat menjadi hiburan, tontonan serta tuntunan bagi masyarakat Purworejo dan sekitarnya. Kegiatan pendukung yang bakal turut serta memeriahkan kegiatan tersebut adalah, parade band, lomba menyanyi, dramatisasi puisi, pantomim, jagongan budaya sekaligus perayaan tahun baru 2017 yang akan menjadi pamungkas dalam pameran tersebut.

 

 

 

 

Berita Terkait :


HOT NEWS