Ekonomi
Rabu, 28 Desember 2016 - 12:05:51 | mukti-ali / Sorot Purworejo

Jika Perlu PNS Pakai Gas Melon Disanksi
Jika Perlu PNS Pakai Gas Melon DisanksiIklan Samping BeritaIlustrasi net

Purworejo,(sorotpurworejo.com)--Kelangkaan gas elpiji 3 Kg atau gas Melon yang terjadi hampir di seluruh wilayah Kabupaten Purworejo. Persoalan itu membuat anggota DPRD Kabupaten Purworejo angkat bicara, tak terkecuali anggota DPRD fraksi PKB, Toha Mahasin.

Toha menyayangkan jika masih terus terjadi kelangkaan gas elpiji 3 kg di tengah masyarakat. Menurutnya, subsidi yang peruntukannya bagi warga tertentu justru dimanfaatkan oleh kalangan masyarakat mampu. Terbukti, di lapangan masih banyak ditemukan pengguna yang tidak tepat sasaran.

Dia berujar, kelangkaan gas yang terjadi berimbas pada naiknya harga jual gas yang akhirnya hanya memberatkan masyarakat kecil.

"Tampaknya memang banyak yang sebenarnya tidak berhak tapi masih menggunakan. Parahnya mereka memiliki lebih dari satu tabung dan menyimpannya dalam kondisi terisi, ada juga PNS yang melakukannya," ujar Toha, Rabu (28/12/2016).

Menyikapi hal itu, dirinya meminta Bupati agar memberikan himbauan kepada jajarannya yang masih menggunakan gas bersubsidi agar berpindah ke gas 5,5 kg atau selebihnya. "Kalau perlu diberikan himbauan tertulis dan ada sanksinya," katanya.

Terpisah, Koordinator agen gas elpiji 3 kg Purworejo, C Panji Pranowo meminta masyarakat yang memiliki penghasilan lebih dari cukup dan memakai gas bersubsidi untuk mulai mengalihkan penggunaan ke gas 5,5 kilogram nonsubsidi sebagai alternatif.

Dia menyebutkan, kedepan Pertamina akan mewajibkan pangkalan menyediakan gas 5,5 kg, bright gas 12 kg dan elpiji 12 kg. "Gas 3 kilogram itu hanya untuk warga yang tidak mampu," tegas Panji. 

 

 

Berita Terkait :


HOT NEWS