Sosial
Kamis, 29 Desember 2016 - 11:14:13 | aji-awalani / Sorot Purworejo

Biaya Pembuatan dan Perpanjangan SIM, STNK, TNKB, serta BPKB Naik, Ini Tarif Barunya
Biaya Pembuatan dan Perpanjangan SIM, STNK, TNKB, serta BPKB Naik, Ini Tarif Barunya
ilustrasi by google

Purworejo,(sorotpurworejo.com)--Guna meningkatkan pendapatan negara di sektor Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), Kepolisian Republik Indonesia, pada tahun 2017 mendatang akan memberlakukan tarif baru di berbagai sektor yang selama ini menjadi sumber pendapatan negara. Setelah memastikan kenaikan pada tarif pembuatan Surat Keterangan Catatan Kepolisian, Polri juga akan memberlakukan tarif baru pada dalam penerbitan Surat Izin Mengemudi (SIM), Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), Surat Tanda Coba Kendaraan (STCK), Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) dan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB). Kenaikan tarif baru ini akan berlaku, dan dijalankan di semua intitusi Kepolisian Republik Indonesia tak terkecuali Polres Purworejo.

Dasar hukum yang menjadi landasan pemberlakuan tarif baru yakni Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 60 tahun 2016.

Kasatlantas Polres Purworejo, AKP Johan Valentino Nanuru mengatakan, pihaknya akan terus mensosialisasikan PP Nomor 60 tahun 2016 sebagai pengganti PP Nomor 50 tahun 2010 ini kepada masyarakat maupun pengelola sejumlah dealer di Purworejo. Sesuai aturan sendiri masa sosialisai diberlakukan selama 30 hari supaya dalam pemberlakuan peraturan baru di bulan Januari 2017 mendatang tidak mengalami kendala.

“Kenaikan tarif baru akan diberlakukan terhitung sejak tanggal 6 Januari 2017 mendatang,” tuturnya, Kamis (29/12/2016) siang.

Diketahui, Untuk tarif pembuatan SIM C baru menjadi Rp. 100.000. Kemudian untuk perpanjangan SIM A, B1, B2 akan diberlakukan tarif sebesar Rp 120.000. Sementara untuk SIM D, tarif pada tahun mendatang adalah Rp 50.000, SIM D1 tarif Rp.50.000 dan SIM Internasional diberlakukan tarif Rp 225.000. Untuk perpanjangan SIM C tetap dengan tarif Rp 75.000, dan untuk perpanjangan SIM A, B1, B2 akan diberlakukan tarif sama dengan yang dulu Rp 80.000. Namun, kenaikan terjadi pada perpanjangan SIM D yang mulanya bertarif Rp 25.000 tetap menjadi Rp 30.000.

”Untuk pembuatan SIM baru dan perpanjangan tarif sama, kenaikan hanya terjadi di perpanjangan SIM D saja,” ujarnya.

Kenaikan cukup banyak terjadi pada tarif pembuatan maupun perpanjangan STNK serta BPKB baik roda 2,3 maupun roda 4 atau lebih. Tarif pembuatan STNK roda 2 dan 3 baru maupun perpanjangan adalah Rp 100.000 naik dari sebelumnya yang hanya dipungut Rp 50.000. Sama halnya dengan tarif perpanjangan STNK roda 2 dan 3 yang juga dipatok dengan tarif Rp 100.000. Kenaikan juga terjadi pada pembuatan STNK roda 4 atau lebih maupun perpanjangan, yang nantinya bertarif Rp 200.000, naik dari sebelumnya yang hanya Rp 75.000. Pada PP yang baru ini juga akan diberlakukan pemungutan pada pengesahan. Dari yang sebelumnya tidak ada, pada tahun depan untuk pengesahan roda dua diberlakukan tarif Rp 25.000 sedang roda 4 atau lebih Rp 50.000.

Kenaikan 2 kali lipat terjadi pada ongkos pembuatan TNKB. Untuk roda 2 dan 3 jika sebelumnya diberlakukan tarif Rp 30.000, maka untuk tarif baru diberlakukan kenaikan 2 kali lipat yaitu Rp 60.000, sedangkan pada TNKB roda 4 atau lebih, tarif naik dari Rp 50.000 menjadi Rp 100.000.Untuik mutasi keluar, pada roda 2 dan 3 sebelumnya Rp 75.000 naik menjadi Rp 150.000, sedang untuk roda 4 yang sebelumnya Rp 75.000 menjadi Rp 250.000.

Kenaikan tertinggi terjadi pada pembuatan BPKB baru dan ganti kepemilikan. Pembuatan BPKB baru untuk roda 2 dan 3 naik dari Rp 80.000 menjadi Rp 225.000 sedangkan roda 4 atau lebih dari Rp 100.000 menjadi Rp 375.000. Untuk ganti kepemilikan juga mengalami kenaikan, pada roda 2 dan 3 dari Rp 80.000 menjadi Rp 225.000, sedangkan roda 4 atau lebih dari Rp 100.000 menjadi Rp 375.000.

 

 

 

Berita Terkait :