Sosial
Jumat, 30 Desember 2016 - 17:29:56 | mukti-ali / Sorot Purworejo

Direnovasi, Mbah Urip Bisa Tidur Nyenyak di Rumahnya
Direnovasi, Mbah Urip Bisa Tidur Nyenyak di Rumahnya
Tim PBB didampingi perangkat desa saat menyerahkan rumah secara simbolis kepada Mbah Urip.

Bayan,(sorotpurworejo.com)--Mbah Urip (72), bapak satu anak yang tinggal seorang diri akhirnya kini dapat tidur dengan pulas. Rumahnya di Dusun Kajar RT 01/03, Desa Kalimiru, Kecamatan Bayan, yang beberapa hari lalu nyaris roboh dan tak layak huni kini berdiri kokoh dan aman ditempati. Hal itu tidak lepas dari kepedulian yang dicurahkan oleh komonitas Purworejo Peduli Berbagi (PPB). 

Rumah Mbah Urip sebelumnya dalam kondisi sangat memprihatinkan. Atap rumah nyaris ambruk, tanpa listrik dan dinding rumah yang nyaris roboh. Tim PPB yang mendapatkan keluhan dari masyarakat tentang keadaan rumah mbah Urip akhirnya mensurvai lokasi tersebut, tidak berselang lama rumah direhab total pada 25 Desember lalu.

"Awalnya kita mendapat laporan dari masyarakat, selanjutnya kita musyawarahkan dan kita sepakati untuk membantu mbah Urip. Dan alhamdulillah kita bangun dan selesai kemarin (28/12)," ungkap Rahmat Sakti, Ketua PPB, Kamis (29/12/2016) usai menyerahkan rumah beserta prabotan secara simbolik kepada Mbah Urip.

Rahmat menjelaskan, pada awalnya rencana PPB hanya merenovasi bagian atap rumah dan dinding rumah, namun setelah proses pembongkaran, dipandang perlu adanya rehab total lantaran kondisi material sudah tidak memungkinkan. 

"Awalnya hanya mau bongkar atap, tapi setelah itu, semua material sudah tidak bisa digunakan dan butuh perbaikan total, akhirnya kita bongkar semua dan kita bangun seperti ini," jelasnya.

Lebih jauh Rahmat meyebutkan,  kegiatan bedah rumah yang baru pertama kali dilakukan ini menghabiskan dana sekitar 15 juta. Sumber anggaran didapat dari iuaran anggota beserta sumbangan donatur yang tidak mengikat. Mereka dengan ikhlas membantu agar Mbah Urip bisa hidup layak di masa tuanya. Seluruh perlengkapan berupa kasur, bantal, selimut dan sofa  merupakan sumbangan dari orang-orang yang peduli.

"Pembangunan juga berlangsung cepat, banyak bantuan dari donatur dan tenaga tukang sekitar 30 orang dari komunitas yang ikut membangun," imbuhnya.

Berita Terkait :