Komunitas
Minggu, 01 Januari 2017 - 09:57:03 | mukti-ali / Sorot Purworejo

Konser Perlawanan, Pemerintah Dianggap Tak Pro Musisi Lokal
Konser Perlawanan, Pemerintah Dianggap Tak Pro Musisi Lokal
Space Iklan
Properti berupa tulisan sindiran terpampang jelas di depan panggung trotaor konser Ngamen Bareng.

Purworejo,(sorotpurworejo.com)--Memeriahkan peringatan pergantian malam Tahun Baru Aliansi Musisi Purworejo (AMP) suarakan perlawanan kepada pihak pemerintah lewat konser. Perlawanan mereka serukan lantaran bagi mereka perhatian pemerintah di dunia musik sangat minim. 

Sedikitnya 18 band lokal dari berbagai macam genre dan usia turut hadir meramaikan konser bertajuk Ngamen Bareng #PeduliMusikPurworejo. Meski beragam hiburan digelar di seputar Alun-alun Kabupaten Purworejo dalam kesempatan itu sedikitnya seribuan penggemar musik lokal tampak asik meraimakan trotoar yang digunakan sebagai panggung di depan Makodim 0708/Purworejo. 

Ketua panitia, Idam Adi mengatakan, acara tersebut dalam rangka menyuarakan kembali suara musisi yang selama ini tidak diwadahi secara proporsional olek pemerintah. Menurutnya, perhatian pemerintah kepada musik dan musisi lokal Purworejo sama sekali belum terasa besar manfaatnya.

"Sebenernya kami tidak ingin meminta kepada pemerintah untuk diperhatikan, kita hanya butuh wadah berkspresi bersama. Selama ini pemrintah abai terhadap keadaan kami," katanya, di penghujung 2016.

Selama ini lanjut Idam, setiap kali pemerintah mempunyai event, band-band luar kotalah yang selalu diberikan kesempatan untuk manggung. Band-band lokal tidak pernah menjadi prioritas untuk tampil di kotanya sendiri. Padahal menurutnya, Purworejo memiliki banyak bakat musisi yang perlu diwadahi dengan baik.

"Hari ini kita mencoba menginisiasi panggung dari kita oleh kita dan untuk kita. Kita ingin tunjukan bahwa kita (musisi lokal) itu ada dan berkembang tanpa harus menunggu kepedulian pemerintah," jelasnya.

Pihaknya berharap, dengan momentum Ngamen Bareng ini gelora musik di Kota Berirama kembali menggeliat. Masing-masing band diharapkan mampu terus berkreasi dan bermusik untuk terus memajukan dunia musik di Kabupaten Purworejo dengan atau tanpa perhatian dari pemerintah. Menurutnya, acara tersebut seharusnya menjadi tamparan besar bagi pemerintah.

Pantauan di lapangan, berbagai ornamen penghias panggung dengan berbagai macam tulisan berisi sindiran terpampang jelas. Seperti sindiran bertuliskan "Kami juga butuh ruang untuk berkarya" dan "Pengin nganggo gedung seni". Selain itu, disediakan dua kotak diperuntukan bagi para penonton untuk menyumbang dana seikhlasnya guna menutupi biaya operasional konser.

 

Berita Terkait :


HOT NEWS