Olahraga
Senin, 02 Januari 2017 - 18:07:22 | mukti-ali / Sorot Purworejo

Mau Lulus Wajib Jalan Kaki 20 Km dan Renang di Kali
Mau Lulus Wajib Jalan Kaki 20 Km dan Renang di KaliIklan Samping BeritaPeserta ujian kenaikan sabuk

Kemiri,(sorotpurworejo.com)--Menatap tahun 2017, ketua Pencak Silat Pagar Nusa NU Kabupaten Purworejo berharap kedepan pencak silat semakin memiliki peran yang signifikan bagi pembentukan karakter pemuda Purworejo.

Tidak hanya menjadi seni beladiri untuk kepentingan jaga diri dan keamanan, namun pencak silat diharapkan mampu menumbuhkembangkan karakter pemuda yang progresif, militan dan berjiwa korsa.

Hal itu dirinya tandaskan usai acara Ujian Kenaikan Sabuk (UKS) yang dilaksanakan di Desa Jatiwangsan Kecamatan Kemiri, Minggu (01/01) kemarin.

"Tahun 2017 ini kami berharap dan siap meningkatkan kualitas baik sebagai seni, olah raga maupun beladiri agar mampu membentuk pemuda Purworejo yang lebih baik. Dan kami berharap pencak silat di Purworejo mampu bersaing dengan perkembangan beladiri yang semakin dinamis baik secara nasional maupun internasional," katanya Aji Amdani.

Menurutnya, pencak silat sebagai khasanah sosial sangat dibutuhkan untuk memperkuat dan meneguhkan karakter generasi muda dan masyarakat secara umum. Pencak silat diharapkan menjadi seni beladiri yang menyehatkan baik jasmani maupun rohani. 

Sebagai seni beladiri yang berbekal kekayaan khasanah olah kanuragan dan amaliyah spiritual, pencak silat yang diwariskan para masyayikh ini diharapkan kedepan semakin semakin berkembang untuk mengisi dan memenuhi kebutuhan pencak silat dihampir semua lini kehidupan.

"Saya optimis kedepan pencak silat, khususnya Pagar Nusa semakin berkembang dan menjadi pilihan bagi pemuda untuk mengasah kemampuan serta mental," imbuhnya.

Dibeberkan, acara UKS itu diikuti sedikitnya 68 peserta putra-putri dari unsur pemuda. Tidak hanya kegiatan yang bersifat fisik, namun para peserta ini juka dibekali dengan materi wawasan kebangsaan dan ke-NU-an.

"Acara ada tes fisik (kekuatan, daya tahan tubuh) tes gerakan jurus, seni tanding dan mental. Para peserta harus jalan di aspal dibawah terik matahari tanpa alas kaki sepanjang 20 km,” ujar dia.

Acara diakhiri dengan pengambilan sabuk. Peserta diharuskan berenang menahan arus menyeberangi kali Jali untuk mengambil sabuk sebagai tanda kelulusan.

 

 

Berita Terkait :


HOT NEWS