Sosial
Senin, 02 Januari 2017 - 18:45:31 | mukti-ali / Sorot Purworejo

Malaria Turun Drastis, Dua Desa Kecolongan
Malaria Turun Drastis, Dua Desa Kecolongan
Space Iklan
Ilustrasi by net.

Purworejo,(sorotpurworejo.com)--Penyakit malaria yang menyerang warga Purworejo selama kurun waktu 2016 ini mengalami penurunan cukup drastis dibanding tahun 2015 lalu. Namun ada dua desa yang sebelumnya tak terkena wabah malaria justru kecolongan.

Catatan yang dihimpun dari Dinas Kesehatan (Dinkes) menunjukan sebanyak 366 warga Purworejo terjangkit penyakit malaria pada tahun 2016.. Jumlah tersebut turun daripada tahun 2015 yang mencapai 1.411 penderita malaria. Meski demikian, penyakit malaria masih menjadi ancaman nyata bagi masyarakat Purworejo.

"Kita masih harus tetap waspada, terlebih cuaca yang saat ini tidak menentu serta tingginya mobilitas warga dari sati daerah ke daerah lain," kata Kabid Pengendalian penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinkes Purworejo, drg Dwitya Suprijono, Jumat (30/12/2016).

Penurunan angka tersebut tidak terlepas dari upaya preventif yang dilakukan Dinkes selama ini. Dinkes telah menyemprot sedikitnya 6.800 rumah di desa terserang malaria. Bahkan pada akhir tahun dinkes kembali menyemprot 500 rumah agar terbebas dari malaria di Desa Turus, Kecamatan Kemiri.

Meski demikan data menunjukan dua desa di Kecamatan Bener yang tidak masuk wilayah endemik justru terserang kasus Malaria. "Desa Girijoyo dan Turus mendapatkan serangan, padahal wilayah tersebut bebas malaria beberapa tahun terahir," katanya.

Ditargetkan, Purworejo bakal bebas malaria pada tahun 2021. Selain itu, Dinkes akan membagikan kelambu sebanyak 30 ribu kelambu bantuan pemerintah pusat dan 25 ribu kelambu dari pemerintah provinsi diwilayah endemik malaria. Dinas berharap, pembagian kelambu ini dapat dimanfaatkan betul oleh masyarakat agar mampu menekan angka penderita malaria tahun 2017.

Berita Terkait :


HOT NEWS