Selasa, 03 Januari 2017 - 10:38:05 | mukti-ali / Sorot Purworejo

Kecantikan Bagelen Pudar, Masyarakat Diminta Berbenah
Kecantikan Bagelen Pudar, Masyarakat Diminta Berbenah
Space Iklan
Perform Art Pantomim

Purworejo,(sorotpurworejo.com)--Kebudayaan Kabupaten Purworejo hari ini dinilai telah mengalami stagnasi. Menyikapi hal tersebut seluruh elemen masyarakat harus segera berbenah membenahi sendi-sendi kebudayaan agar budaya luhur tanah Kabupaten Purworejo mampu bangkit.

Hal itu menjadi topik hangat dalam Jagongan Budaya yang digelar oleh Komunitas Pelukis Bagelen beserta budayawan yang digelar pada malam tahun baru lalu di Gedung Kesenian Sarwo Edhie Wibowo. Kegiatan tersebut dihadiri oleh puluhan seniman serta berbagai elemen masyarakat.

Kegiatan yang bertemakan tema Beautifull #off tersebut digelar guna merespon berbagai persoalan kebudayaan yang terlintas di Kabupaten Purworejo. Bahwa hari ini kebudayaan asli Purworejo seakan telah kehilangan aura kecantikannya.

Melihat kondisi tersebut masyarakat Purworejo khususnya para seniman diminta untuk terus nguri-nguri budaya adiluhung Purworejo dan terus berkarya didunia seni.

Mantan Ketua Dewan Kesenian, Akhmad Fauzi mengungkapkan, jika kebudayaan Bagelen sebagai representasi Purworejo masa lampau saat ini dinilai stagnan.

"Tema Beautifull #off ini berarti kecantikan Bagelen mulai pudar. Salah satu penyebabnya adalah perubahan paradigma di masyarakat. Sehingga beragam kekayaan budaya yang dimiliki Bagelen tidak terjaga dengan baik," katanya.

Sementara itu, Kyai Merah yang biasa dipanggil Kang Mamat yang juga menjadi salah satu narasumber dalam forum tersebut mengingatkan pentingnya proses berkesenian. Menurutnya, proses mencipta karya itu bukanlah sesuatu yang mudah.

"Hasil tidak akan pernah menghianati proses. Pertanyaannya, kita akan sabar atau tidak menjalani proses itu. Karena yang namanya proses pasti membutuhkan pengorbanan, baik waktu, pikiran maupun materi," katanya.?

Kesabaran dalam berproses menjadi salah satu kunci bagi seniman dalam menciptakan karya. Karya yang baik dan layak diapresiasi pasti butuh proses yang tidak mudah. 

"Pelan-pelan, sabar dan tetap fokus berjuang. Itu yang harus kita lakukan bersama untuk mengembalikan kejayaan kebudayaan Bagelen agar tidak hilang dan dapat dinikmati generasi mendatang," tambahnya.

Dalam kesempatan itu, juga ditampilkan sejumlah pementasan seperti konser musik akustik, dramatisasi puisi serta pantomim. 

 

 

Berita Terkait :


HOT NEWS