Budaya
Selasa, 03 Januari 2017 - 19:02:00 | widarto / Sorot Purworejo

Mulyani, Pembawa Informasi Pejuang dan TNI Saat Agresi Militer Belanda
Mulyani, Pembawa Informasi Pejuang dan TNI Saat Agresi Militer Belanda
Space Iklan
Pemasangan bambu runcing oleh Suhartini.

Purworejo,(sorotpurworejo.com)--Pengurus Dewan Harian Cabang Badan Penerus Pembudayaan Kejuangan 45 (DHC 45) Kabupaten Purworejo kembali melakukan pemancangan bambu runcing berbendera merah putih. Kini makam Perjuangan Eksponen Pejuang 45, Hj Mulyani di Makam Kuncen, Kelurahan Baledono, Kecamatan Purworejo, Selasa (03/01/2017) yang dilakukan pemancangan bambu runcing itu sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan kepada pahlawan pejuang kemerdekaan Republik Indonesia.

Upacara pemancanganan bambu runcing dipimpin oleh Kepala Dinas Koperasi, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Purworejo, Suhartini, dihadiri kerabat dan keluarga, Muspika Purworejo, Pemerintahan Kelurahan Baledono dan sejumlah siswa SD di Kelurahan Baledono.

“Saya menyambut baik kegiatan ini, sesuai dengan pernyataan Bung Karno, presiden pertama Indonesia, bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang dapat menghargai jasa para pahlawannya. Kegiatan pemancangan ini. Selain untuk memberikan apresiasi pada para pejuang dan keluarganya juga sebagai bentuk sosialisasi pentingnya semangat patriotisme dan nasionalisme,” kata Pengurus DHC 45 Purworejo, Soekoso DM.

Dikisahkan, sesuai data riwayat Hidup dan Perjuangan Eksponen Pejuang 45, Hj Mulyani, suami dari Alm S Danu Sumarto, lahir di Yogyakarta pada 5 Mei 1927 dengan pendidikan setingkat Sekolah Rakyat. Hj Mulyani ikut dalam kegiatan di bidang militer pada masa penjajahan jepang belum tercatat dengan dokumentasi yang baik karena situasi-kondisi dan kehidupan perekonomian yang berat pada saat itu.

"Dimasa revolusi fisik tahun 1945-1949 ia bertugas sebagai laskar wanita yang ditugaskan sebagai kurir atau penghubung informasi antar pasukan TNI atau para pejuang dalam turut serta mempertahankan eksistensi negara RI, di front Purworejo dan Yogyakarta. Terutama saat penjajah Belanda datang untuk menguasai negara kita dengan peristiwa aksi Militer I dan Aksi Militer II (tahun 1947 dan 1949)," kisahnya.

Disampaikan, pasca penyerahan kedaulatan ia tercatat sebagai veteran pejuang Kemerdekaan RI berdasar Keputusan Menhamkam RI Nomor Skep/1579/VIII/1991. Ia juga tercatat sebagai anggota LVRI, Kowaveri, dana Wirawati Catur Panca di wilayah Kabupaten Purworejo.

"Pejuang 45 wanita Alm Hj Mulyani, wafat pada 10 April 2014 dan dimakamkan di TPU Kuncen, Kelurahan Baledono, Kecamatan Purworejo, tepatnya beberapa meter dibawah sederet makam 17 orang pengawal Pangeran Diponegoro," katanya.

Berita Terkait :


HOT NEWS