Hukum & Kriminal
Rabu, 11 Januari 2017 - 11:39:04 | mukti-ali / Sorot Purworejo

Pernah Diancam Akan Dibunuh Sebelum Dicabuli
Pernah Diancam Akan Dibunuh Sebelum Dicabuli
illustrasi by net

Loano, (sorotpurworejo.com)--Sebelum disetubuhi oleh MH, oknum Kades Banyuasin Separe, awalnya korban Mawar disetubuhi oleh orang lain. Korban mengaku sempat diancam oleh seseorang akan dibunuh jika tidak mau menuruti keinginan bejat pelaku yang ingin bersetubuh dengan Mawar.

“Kalau tidak mau digauli akan dibunuh, awalnya dicekoki. Awalnya oleh Si G. G itu orang Kembaran. Pengakuan anak saya. Selang beberapa hari baru Pak Lurah. Kalau yang lain saya nggak tahu. Yang jelas dua, sepengetahuan saya,” ujar VH, ayah korban, Selasa (11/01/2017).

Hal senada diungkapkan oleh Arb, kakak ipar VH. Ia menceritakan awalnya beberapa orang bilang kepada suaminya bahwa keponakannya sering dibawa oleh lelaki. Mengetahui hal tersebut ia bersama suaminya mencoba mencari tahu kebenaran informasi tersebut kepada rekan-rekan Mawar.

“Seingat saya sejak hari Rabu sebelum tahun baru, tanggal saya lupa. Itu katanya sudah 4 hari tidak pulang. Saya akhirnya cari sama bapak di Purworejo,” tutur Arb.

Usai ditemukan, kemudian Arb membawa pulang Mawar ke rumahnya dan mencoba mendekati mawar secara persuasif. Termasuk dia juga menanyakan kebenaran berita miring terkait Mawar yang sering dibawa oleh laki-laki. Sebelumnya, Arb menjelaskan beberapa orang laki-laki mendatangi rumahnya untuk menemui Mawar.

“Akhirnya saya tanya kepada keponakan saya. Kamu sama siapa saja? Saya tanya, katanya pernah pergi dengan Pak Lurah. Lurah siapa? Lurah Banyuasin jawabnya, lurah Banyuasin itu banyak lurah siapa? Saya tanya lagi. Lurah Separe, wonge putih ganteng koyo sugih (Orangnya putih ganteng sepertinya kaya), jawabnya,” cerita Arb.

Dibeberkan pula, Mawar kenal dengan Kades Separe berawal ketika kencan di Tumbak Anyar. Setelah ketemu kemudian kades meminta nomer Mawar. Selang beberapa hari kenalan kemudian Mawar pergi dengan Kades.

“Selang beberapa hari setelah ketemu Pak Lurah. Oleh Pak Lurah dibawa habis Maghrib dibawa ke salah satu hotel, Pak Lurah mbayar Rp 500 ribu. Anaknya cerita semua sama saya,” katanya.

Berita Terkait :