Hukum & Kriminal
Kamis, 16 Februari 2017 - 05:43:08 | widarto / Sorot Purworejo

BOS Hanya Cukup Beli Bensin, Sekolah Nekat Nyari Sumbangan
BOS Hanya Cukup Beli Bensin, Sekolah Nekat Nyari Sumbangan
Space Iklan
Kepala Sekolah SMPN 3 Purworejo, Agus Wiwoho Suryo

Kutoarjo,(sorotpurworejo.com)--Menyusul santernya tudingan pungutan liar (Pungli) senilai ratusan juta kepada wali murid, Kepala SMP Negeri 3 Purworejo, Agus Wiwoho Suryo mengakui dirinya memang telah dilaporkan ke Kejaksaan Negeri Purworejo.

Terkait laporan tersebut ia juga sudah berulangkali dimintai keterangan oleh aparat penegak hukum. Namun demikian, pihaknya membantah jika penarikan sumbangan yang dilakukan di sekolahnya itu merupakan pungli.

"Itu bukan pungutan, tapi sumbangan wali murid. Dan yang menangani komite sekolah, sifatnya tidak wajib. Jika ada yang bilang pungli, itu tidak benar," tegas Agus, Selasa (14/02/2017).

Diakui, dirinya juga telah didatangi oleh Tim Saber Pungli dari Polres Purworejo beberapa waktu lalu. Setelah dimintai keterangan, Tim Saber Pungli menyatakan jika yang dilaporkan ke Kejari itu merupakan sumbangan bukan pungutan liar.

"Semua sudah selesai, sudah jelas kalau itu bukan pungli," jelas Agus di ruang kerjanya.

Dipaparkan, sumbangan antara Rp 1-3 juta/anak itu tidak semua wali murid membayar. Meski begitu dirinya mengakui bahwa dana sumbangan yang terkumpul mencapai sekitar Rp 400-an juta.

“Yang sudah bayar baru sekitar 80 %. Kan ada juga wali murid yang tidak mampu,” ujar dia.

Agus Wiwoho juga tidak menampik jika sekolah yang dipimpinnya itu sebenarnya juga mendapatkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Kendati demikian, jumlah dana BOS gelontoran dari pemerintah itu masih dirasa masih terlalu sedikit.

“BOS itu ibaratnya hanya cukup untuk beli bensin. Jadi kita minta sumbangan wali murid. Yang tidak terdanai oleh BOS misalnya ngirim kontingen lomba-lomba dan kegiatan ekstrakurikuler,” terangnya.

“Ceritanya itu sekolah mengajukan program, terus dimintakan kepada orang tua siswa oleh komite sekolah. Itu karena BOS-nya kurang. Di sini muridnya ada 525 orang. BOS-nya Rp 1 juta per anak,” sambung dia.

 

Berita Terkait :


HOT NEWS