Ekonomi
Jumat, 17 Februari 2017 - 13:58:35 | widarto / Sorot Purworejo

Harga Cabai Mahal, Bibit Diborong Pak Tentara
Harga Cabai Mahal, Bibit Diborong Pak Tentara
Space Iklan
Bibit cabai yang dijual di tepi jalan rata Kelurahan Cangkrep Lor, Kecamatan Purworejo.

Purworejo,(sorotpurworejo.com)--Tingginya harga jual cabai dari berbagai jenis mendongkrak penjualan bibit cabai. Kenaikan mencapai lebih dari 50 persen dibandingkan sebelumnya.

Penjual bibit cabai, Sukarti, (34), yang menjajakan dagangannya di pinggir jalan raya di Kelurahan Cangkrep Lor, Kecamatan Purworejo mengaku jika adanya lonjakan harga cabai menjadikan bibit tanamannya lebih cepat terjual. Bahkan ada kenaikan harga juga tidak berpengaruh pada permintaan.

"Sejak ada lonjakan harga cabai, khususnya rawit, permintaan cukup tinggi," katanya, jum?at (17/2/2017).

Dikatakan, tidak saja petani, masyarakat awam juga banyak yang membeli. Tidak sampai
disitu, instansi seperti anggota TNI juga sempat memborong dagangannya.

"Paling banyak adalah Pak Tentara. Biasanya mereka membeli dalam jumlah besar," tandas Sukarti.

Disinggung soal harga, Sukarti mengatakan jika bibit cabai satu baki dengan jumlah 416 batang dihargai Rp 65 ribu. Harga tersebut telah mengalami kenaikan terhitung dua hari.

"Sebelumnya kami menjual Rp 60 ribu. Tapi karena dari pemasok menaikkan ya kami ikut saja. Kalau sudah stabil pasti juga turun," tambahnya.

Bibit yang diperoleh, tambahnya, merupakan kiriman dari pembudidaya di Magelang. Adapun waktu pengirimannya bervariasi tidak bisa ditentukan dengan hari.

"Kata yang ngirim, barang tidak bisa setiap hari ada. Kalau ada biasanya langsung dikirim. Karena merawat bibit cabai ini juga susah," kata Sukarti.

Salah satu warga, Chairunnisa (38), warga Kelurahan Borokulon, Kecamatan Banyuurip, mengaku sangat merasakan tingginya harga cabai. Selama ini cabai rawit menjadi pelengkap masakan setiap harinya.

"Tingginya harga memang sangat dirasakan. Tapi ada semacam berkah karena kita jadi berpikir untuk menanamnya sendiri walau hanya beberapa batang di pekarangan," kata Chairunnisa.

Nisa tidak memperhitungkan lagi, kapan tanaman cabainya akan mulai berbuah dan dipetik hasilnya. Setidaknya, jika telah menghasilkan bisa mengurangi beban dapur rumahtangganya.

"Bisa saja nanti berbuahnya pas harga sudah stabil. Itu tidak menjadi masalah," tambahnya.

Berita Terkait :


HOT NEWS