Peristiwa
Jumat, 17 Februari 2017 - 17:34:27 | mukti-ali / Sorot Purworejo

Jalan Kartini Makan Korban Lagi, Minta Rambu-Rambu Dinas Tak Peduli
Jalan Kartini Makan Korban Lagi, Minta Rambu-Rambu Dinas Tak Peduli
Motor yang terlibat kecelakaan pada Rabu malam

Purworejo,(sorotpurworejo.com)--Usai merenggut korban tukang becak hingga tewas pada 5 Februari lalu, kecelakaan kembali terjadi di Jalan Kartini Kelurahan Sindurjan, Kecamatan Purworejo pada Rabu (15/02) malam.

Diketahui, kecelakaan itu melibatkan sepeda motor nopol AA 2600 LV dan AA 2977 RC berlangsung sekitar pukul 20.00 WIB. Kedua korban yang mengalami luka-luka dan langsung dilarikan ke rumah sakit. 

Sebelumnya, kecelakaan maut antara becak motor berpenumpang dan seorang pengendara motor terjadi di lokasi tersebut hingga menelan korban jiwa Muh. Kuri (47), warga Dusun Watubelah RT 03/RW 05 Desa Trirejo, Kecamatan Loano.

“Padahal baru selang 10 hari sudah kecelakaan lagi, kemarin dua sepeda motor,” kata Ananto, Jumat (17/02/2017).

Atas kejadian tersebut, warga setempat kembali berbondong-bondong mendesak kepada Dinas Perhubungan Purworejo untuk memasang rambu-rambu lalu lintas di lokasi tersebut.

“Warga padahal sudah lama meminta rambu-rambu lalu lintas. Di situ hanya ada garis kejut itupun hanya dari arah timur,” kata Ananto.

Menurutnya, permintaan warga untuk memasang rambu-rambu lalu lintas bukan tanpa alasan. Hal itu mengingat kerap terjadinya kecelakaan di pertigaan tersebut. Namun hingga kini permintaan tersebut belum direalisasikan oleh pihak Dishub.

“Mau nunggu berapa korban lagi? Minimal di jalan itu dalam sebulan terjadi tiga kecelakaan, belum yang paling hanya kecelakaan kecil atau nyaris kecelakaan,” imbuhnya.

Warga lainnya, Mansur yang juga tinggal di dekat lokasi kecelakaan merasa prihatin dengan kondisi itu. Menurut dia, jika kondisi itu terus dibiarkan berlarut-larut maka dikhawatirkan akan kembali terjadi kecelakaan hingga memakan korban jiwa lagi.

“Harusnya cepat tanggap, ini sudah yang kesekian kali terjadi kecelakaan,” katanya.

“Apalagi dilokasi tersebut setiap harinya ramai karena banyak sekolahan dan kantor instansi pemerintah. Belum ditambahnya banyaknya PKL dan orang yang parkir sembarangan membuat lokasi itu menjadi sempit dan rawan kecelakaan,” tambahnya.

Berita Terkait :